Belajar Istiqomah- Berikut adalah syair sufi karya seorang Wali perempuan ternama. Yaitu Rabi'ah al-Adawiyah. Semoga bermanfaat.
Alangkah sedihnya perasaan dimabuk cinta
Hatinya menggelepar menahan dahaga rindu
Cinta digenggam walau apapun terjadi
Tatkala terputus, ia sambung seperti mula
Lika-liku cinta, terkadang bertemu surga
Menikmati pertemuan indah dan abadi
Tapi tak jarang bertemu neraka
Dalam pertarungan yang tiada berpantai
Aku mencintai-Mu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
Cinta karena diri-Mu, adalah keadaan-Mu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku Bagi-Mu pujian untuk semua itu
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa- Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku,
Engkau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu- Mu
Aku tak akan pergi berlalu Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu
Referensi:
>Asfari MS dan Sukatno CR (Editor), Mahabbah Cinta Rabi’ah al- Adawiyah , Yayasan Bentang Budaya Yogyakarta,
Cetakan Keempat Juni 1999.
>Philip K. Hitti, History of The Arabs ,
PT Serambi Ilmu Semesta Jakarta,
Cetakan Pertama Oktober 2008.
sumber: syahadat cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar